DINAMIKA KETERBUKAAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA LINGKARAN PERTEMANAN GENERASI Z DI KOTA DENPASAR
Kata Kunci:
Keterbukaan Diri, Komunikasi Interpersonal, Generasi Z, Lingkaran PertemananAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri (self-disclosure) serta dinamika lingkaran pertemanan Generasi Z di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi terhadap informan Generasi Z yang memiliki kecenderungan keterbukaan diri yang berbeda, yaitu terbuka, dominan, dan tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan keluasan (breadth), kedalaman (depth), serta tujuan pengungkapan diri berpengaruh terhadap kualitas hubungan dan dinamika pertemanan. Informan yang cenderung terbuka menunjukkan hubungan pertemanan yang lebih dekat, komunikatif, dan adaptif dalam menyelesaikan konflik. Informan dominan berperan dalam menjaga dinamika kelompok melalui keterbukaan diri yang bersifat kontekstual. Sebaliknya, informan yang cenderung tertutup membatasi pengungkapan diri sehingga hubungan pertemanan menjadi kurang intim dan rentan terhadap kesalahpahaman. Penelitian ini menegaskan bahwa keterbukaan diri yang dikelola secara sadar, seimbang, dan timbal balik menjadi faktor penting dalam menjaga keharmonisan lingkaran pertemanan Generasi Z.
This study aims to analyze self-disclosure and friendship circle dynamics among Generation Z in Denpasar City. The research employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation involving Generation Z informants with different self-disclosure tendencies, namely open, dominant, and closed individuals. The findings indicate that differences in self-disclosure breadth, depth, and disclosure goals influence friendship quality and dynamics. Open individuals tend to establish closer, more communicative, and adaptive friendships, particularly in managing conflicts. Dominant individuals utilize self-disclosure contextually to maintain group interaction and harmony. In contrast, closed individuals limit self-disclosure, resulting in less intimate relationships and a higher risk of misunderstandings. This study concludes that consciously managed, balanced, and reciprocal self-disclosure plays a crucial role in sustaining harmonious and stable friendship circles among Generation Z.




