"INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI: STUDI KASUS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN DAN WAITLIST DALAM SISTEM INFORMASI PELAYANAN LEGALITAS USAHA DI DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN JOMBANG"

Penulis

  • Primaadi Airlangga Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah
  • Adip Miftaqul Ulum Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah

Kata Kunci:

Pelayanan Publik, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sistem Antrian Sistem Daftar Tunggu, Layanan Legalitas Bisnis

Abstrak

Pelayanan publik yang efektif dan efisien merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang telah melakukan inovasi pelayanan publik dengan menerapkan sistem antrian dan waitlist dalam sistem informasi pelayanan legalitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan sistem tersebut terhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan legalitas usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem antrian dan waitlist mampu mengurangi waktu tunggu, meningkatkan transparansi, dan kepuasan pengguna layanan. Selain itu, faktor-faktor seperti dukungan manajemen, pelatihan, dan infrastruktur teknologi juga mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem.

Effective and efficient public service is one of the key pillars in achieving good governance. In the current digital era, the utilization of information and communication technology (ICT) has become essential in enhancing the quality of public services. The Department of Trade and Industry of Jombang Regency has innovated public services by implementing a queue and waitlist system in the business legality service information system. This study aims to analyze the impact of this system implementation on the efficiency and effectiveness of business legality services. The research method used is a case study with a qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The results show that the implementation of the queue and waitlist system can reduce waiting times, increase transparency, and improve user satisfaction. Additionally, factors such as management support, training, and technological infrastructure also influence the success of the system implementation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-24