ANALISIS PENJADWALAN PROYEK SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN AUDITORIUM UIN JAMBI MENGGUNAKAN PERT/CPM

Penulis

  • Mufniral Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Jambi
  • Dila Nurlaila Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Jambi

Kata Kunci:

Penjadwalan Proyek, Metode PERT-CPM, Time-Cost Trade-Off, Purwarupa Antarmuka, Pengembangan Sistem Informasi

Abstrak

Pengembangan Sistem Informasi Peminjaman Auditorium di Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memerlukan perencanaan waktu kerja yang cermat agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menyempurnakan jadwal pelaksanaan proyek tersebut melalui penerapan pendekatan Program Evaluation and Review Technique (PERT) yang dipadukan dengan Critical Path Method (CPM), terutama untuk mengidentifikasi rangkaian kegiatan kritis, memperkirakan durasi pengerjaan secara realistis, dan meminimalkan risiko keterlambatan proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari 7 kegiatan utama proyek, 5 di antaranya termasuk dalam jalur kritis (A-B-D-F-G) dengan estimasi waktu penyelesaian tercepat selama 25 hari kerja dan peluang sebesar 87,49% bagi proyek untuk selesai dalam batas waktu 26 hari yang ditetapkan. Sebagai perluasan dari kajian penjadwalan yang umum dilakukan pada penelitian sejenis, penelitian ini juga menghadirkan simulasi percepatan proyek (crashing) berbasis analisis time-cost trade-off serta purwarupa antarmuka sistem sebagai simulasi penggunaan, sehingga hasil kajian bersifat aplikatif dan dapat langsung menjadi acuan pengambilan keputusan bagi pengelola proyek.Latar belakang: Proses pengajuan peminjaman auditorium UIN Jambi yang manual dan tersebar pada beberapa platform terpisah menyebabkan bentroknya jadwal, berkas tercecer, dan proses persetujuan berjenjang yang lambat.Tujuan: Menerapkan PERT/CPM untuk menjadwalkan proyek Sistem Informasi Peminjaman Auditorium, menetapkan jalur kritis dan probabilitas keberhasilan, serta memperluas analisis dengan simulasi crashing dan purwarupa antarmuka.Metode: Pendekatan kuantitatif terapan menggunakan Work Breakdown Structure, forward/backward pass CPM, analisis probabilitas PERT, simulasi time-cost trade-off (crashing), dan purwarupa antarmuka low-fidelity, berdasarkan observasi lapangan dan wawancara dengan PTIPD UIN Jambi.Hasil: Dari 7 kegiatan, 5 membentuk jalur kritis (A-B-D-F-G) dengan durasi minimum 25 hari dan peluang 87,49% memenuhi target 26 hari; crashing dapat mempercepat proyek hingga 22 hari dengan tambahan biaya Rp3.000.000.Kesimpulan: Kombinasi PERT-CPM yang diperluas dengan simulasi crashing dan purwarupa antarmuka memberikan alat bantu pengambilan keputusan penjadwalan yang terstruktur, sadar biaya, dan aplikatif bagi pengelola proyek.

Developing the Auditorium Booking Information System at the State Islamic University (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi requires careful time planning so the work can be completed as intended. This study analyzes and improves the project schedule by applying the Program Evaluation and Review Technique (PERT) combined with the Critical Path Method (CPM), aiming to identify the sequence of critical activities, produce a realistic duration estimate, and lower the risk of schedule delay. The results show that of the 7 main project activities, 5 lie on the critical path (A-B-D-F-G), yielding a minimum completion time of 25 working days, with an 87.49% probability that the project will be completed within the 26-day deadline set by the stakeholders. As an extension beyond conventional scheduling studies, this research further presents a project acceleration simulation (crashing) based on time-cost trade-off analysis and an interface prototype simulating system usage, making the findings more applicable and directly usable for project managers' decision-making.Background: Manual and fragmented auditorium booking procedures at UIN Jambi cause schedule conflicts, misplaced documents, and slow multi-level approval.Objective: To apply PERT/CPM to schedule the Auditorium Booking Information System project, determine the critical path and success probability, and extend the analysis with a crashing simulation and an interface prototype.Methods: A quantitative applied approach using Work Breakdown Structure, CPM forward/backward pass, PERT probability analysis, time-cost trade-off crashing simulation, and low-fidelity interface prototyping, based on field observation and interviews with PTIPD UIN Jambi.Results: Of 7 activities, 5 form the critical path (A-B-D-F-G) with a minimum duration of 25 days and an 87.49% probability of meeting a 26-day deadline; crashing can shorten the project to 22 days for an additional cost of Rp3,000,000.Conclusion: The PERT-CPM combination, extended with a crashing simulation and an interface prototype, provides project managers with a structured, cost-aware, and directly applicable scheduling decision tool.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31