ANALISIS FRAMING KONTEN KRITIK PEMERINTAH PERBANDINGAN PADA AKUN INSTAGRAM @irwandiferry & @virdian_Aurelio

Penulis

  • Fortunata Teniwut Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Jasmine Ivana Dewi Christswara Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Karolus Irenius Sili Seko Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Kata Kunci:

Analisis Framing, Instagram, Kritik Kebijakan Pemerintah.

Abstrak

 

Penelitian ini menganalisis konstruksi framing konten kritik kebijakan pemerintah secara komparatif antara akun Instagram @irwandiferry dan @virdian_aurelio menggunakan model analisis framing Robert N. Entman. Kedua akun dipilih karena sama-sama aktif mengkritisi kebijakan pemerintah namun hadir dengan latar belakang berbeda Ferry Irwandi sebagai aktivis berbasis data dan Virdian Aurellio sebagai figur gerakan mahasiswa yang bermigrasi ke ruang digital. Pendekatan yang digunakan adalah Kualitatif dengan paradigma kritis. Data dikumpulkan melalui observasi daring terhadap unggahan Instagram kedua akun sebagai data primer, dikombinasikan dengan studi dokumentasi dari literatur akademik dan pemberitaan media sebagai data sekunder. Analisis dilakukan melalui empat elemen framing Entman yakni problem identification, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Hasil penelitian diharapkan mengungkap persamaan dan perbedaan cara kedua kreator membingkai isu kebijakan dalam membentuk opini publik di platform digital.

This study comparatively analyzes the framing construction of government policy criticism content between Instagram accounts @irwandiferry and @virdian_aurelio using Robert N. Entman’s framing analysis model. Both accounts were selected on the grounds that they actively criticize government policies yet operate from distinctly different backgrounds Ferry Irwandi as a data-driven activist and Virdian Aurellio as a student movement figure who has transitioned into the digital sphere. A qualitative approach with a critical paradigm was employed. Data were collected through online observation of both accounts’ Instagram posts as primary data, combined with documentation studies from academic literature and verified media coverage as secondary data. Analysis was conducted through Entman’s four framing elements: poblem identification, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings are expected to reveal similarities and differences in how Both creators frame policy issues to shape public opinion on digital platforms.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31