ANALISIS KINERJA LOAD BALANCING PADA SISTEM CLOUD TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN DAN LEAST CONNECTION
Kata Kunci:
Cloud Computing, Load Balancing, Round Robin, Least Connection, Throughput, Response TimeAbstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong meningkatnya penggunaan layanan berbasis komputasi awan (cloud computing) dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, pemerintahan, kesehatan, perbankan, dan perdagangan elektronik. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna dan volume transaksi yang diproses oleh sistem cloud, kebutuhan akan mekanisme distribusi beban yang efektif menjadi semakin penting. Salah satu teknologi yang digunakan untuk menjaga kinerja, ketersediaan layanan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya adalah load balancing. Load balancing berfungsi untuk mendistribusikan permintaan pengguna ke beberapa server backend sehingga tidak terjadi penumpukan beban pada satu server tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja algoritma Round Robin dan Least Connection pada sistem cloud terdistribusi. Implementasi dilakukan menggunakan HAProxy sebagai load balancer dan Nginx sebagai web server backend. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental kuantitatif dengan lima skenario beban, yaitu 500, 700, 900, 1.000, dan 1.200 koneksi per detik. Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi httperf untuk menghasilkan lalu lintas jaringan dan mengukur parameter throughput serta response time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Least Connection memiliki performa lebih baik pada beban rendah hingga sedang karena mampu mendistribusikan koneksi berdasarkan jumlah koneksi aktif pada masing-masing server. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat algoritma yang secara mutlak lebih baik pada seluruh kondisi beban. Oleh karena itu, pemilihan algoritma load balancing harus mempertimbangkan karakteristik trafik, spesifikasi server, serta kebutuhan operasional sistem untuk memperoleh performa yang optimal dalam lingkungan cloud terdistribusi.




