ANALISIS MANAJEMEN PRIVASI KOMUNIKASI PADA FENOMENA GHOSTING MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UMBY DI TELEGRAM
Kata Kunci:
Manajemen Privasi Komunikasi, Communication Privacy Management, Ghosting, Komunikasi Digital, TelegramAbstrak
Fenomena ghosting dalam komunikasi digital merupakan salah satu perubahan cara berinteraksi antar individu yang muncul seiring dengan meningkatnya penggunaan media komunikasi berbasis internet. Tindakan menghentikan komunikasi secara sepihak tanpa memberikan penjelasan sering kali terkait dengan upaya individu untuk menjaga kenyamanan, keselamatan, serta batas privasi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengelolaan privasi komunikasi dalam fenomena ghosting di antara mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Telegram dengan menggunakan perspektif Communication Privacy Management Theory (CPM). Metode yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua orang informan yang merupakan pengguna Telegram. Dalam menganalisis data, peneliti mengindentifikasi proses pengelolaan privasi dengan menggunakan konsep Privacy Rules, Privacy Control, Boundary Coordination, dan Boundary Turbulence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua informan menerapkan batas privasi dalam komunikasi digital dengan cara memilih informasi yang akan dibagikan, menilai karakter lawan bicara, serta mengatur akses terhadap hubungan interpersonal. Tindakan ghosting ditemukan sebagau strategi perlindungan diri ketika komunikasi dianggap menimbulkan ketidaknyamanan, konflik, atau melanggar batas pribadi. Namun terdapat dalam penerapan ghosting, yaitu sebagai bentuk pencegahan terhadap situasi tidak nyaman atau sebagai langkah terakhir setelah upaya menyelesaikan konflik tidak berhasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa ghosting dalam komunikasi digital tidak sekadar menghentikan interaksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses individu dalam mengelola dan menjaga batas privasi komunikasi.
The ghosting phenomenon in digital communication is one of the changes in the way individuals interact with each other that has emerged along with the increasing use of internet-based communication media. The act of unilaterally stopping communication without providing an explanation is often related to an individual's efforts to maintain comfort, safety, and personal privacy boundaries. This study aims to examine how communication privacy is managed in the ghosting phenomenon among Communication Science students at Mercu Buana University Yogyakarta on Telegram using the Communication Privacy Management Theory (CPM) perspective. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. Data collection was conducted through interviews with two informants who are Telegram users. In analyzing the data, the researcher identified the privacy management process using the concepts of Privacy Rules, Privacy Control, Boundary Coordinate, and Boundary Turbulence. The results show that both informants apply privacy boundaries in digital communication by selecting information to be shared, assessing the character of the interlocutor, and regulating access to interpersonal relationships. Ghosting was found to be a self-protection strategy when communication is perceived as causing discomfort, conflict, or exceeding personal boundaries. However, ghosting is also implemented as a form of prevention against uncomfortable situations or as a last resort after attempts to resolve the conflict have failed. This research shows that ghosting in digital communication is not just about stopping interaction, but also becomes part of an individual's process in managing and maintaining communication privacy boundaries.




