SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN DANA BANTUAN MENGGUNAKAN METODE AHP DI KECAMATAN ALAK

Penulis

  • Efrem Aprilio E. Nino STIKOM Uyelindo Kupang
  • Antonius Awan Zaman Zaman STIKOM Uyelindo Kupang
  • Maria Priscilla Wedo STIKOM Uyelindo Kupang

Kata Kunci:

AHP, SPK, PKH, Kemiskinan, Consistency Ratio (CR)

Abstrak

Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Program pemerintah yang digunakan untuk menanggulangi kemiskinan salah satunya adalah PKH (Program Keluarga Harapan) untuk masyarakat miskin yang diseleng-garakan oleh Pemerintah. PKH merupakan salah satu upaya pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Kecamatan Alak adalah salah satu Kecamatan di Kota Kupang dengan jumlah penduduk sebanyak 56.043 jiwa. Kecamatan Alak sendiri salah satu kecamatan yang tidak terhindar dari masalah kemiskinan, untuk itu penyelenggaraan urusan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan serta melaksanakan pelayanan publik di bidang Administrasi Kependudukan Berdasarkan Peraturan Daerah yang dalam proses pelaksanaannya berlaku bagi semua warga yang terdata sebagai penduduk di Kecamatan Alak. Salah satu tugas yang dilaksanakan oleh pemerintah di kecamatan Alak adalah menentukan keluarga yang berhak dan tidak berhak mendapat bantuan dana (PKH). Kecamatan Alak, dengan karakteristik demografis, geografis, dan ekonomisnya yang unik, memberikan latar belakang yang menarik untuk mempelajari implementasi Sistem Pendukung Keputusan ini. Melalui penelitian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan efisiensi proses pengambilan keputusan terkait pemberian dana bantuan di wilayah ini. Analytic Hierarchy Process (AHP) dapat menyelesaikan masalah multikriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Masalah yang kompleks dapat di artikan bahwa kriteria dari suatu masalah yang begitu banyak (multikriteria),struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian pendapat dari pengambil keputusan, pengambil keputusan lebih dari satu orang, serta ketidakakuratan data yang tersedia. Menurut Saaty, hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Pada dasarnya metode AHP menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi. Persoalan yang akan diselesaikan, kemudian diuraikan menjadi unsur-unsurnya yaitu kriteria dan alternatif. Oleh karena CR < 0,1, yaitu 0.015 < 0.1, maka rasio konsistensi dari perhitungan tersebut bisa diterima (konsisten). Berdasarkan hasil penelitian dapat simpulkan bahwa Metode AHP dapat digunakan untuk menentukan dan menyeleksi calon penerima dana bantuan di kecamatan alak berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, dengan adanya penerapan metode AHP ini akan memberi kemudahan bagi pihak pemerintah di kecamatan dalam proses seleksi penerima dana bantuan serta dapat menjadi alternatif solusi pengambilan keputusan.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-31