PEMETAAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN MENGGUNAKAN ALGORITMA X-MEANS
Kata Kunci:
X-means,Clustering, ProduksiAbstrak
Produksi pertanian sangat penting diseluruh dunia termasuk Indonesia,karena salah satu bahan pokok dalam kehidupan sehari hari untuk bahan makanan dan lain-lain bagi masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil produksi di Indonesia yang tidak stabil dan stabil berdasarkan masing-masing provinsi, data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diambil 3 hasil produksi yaitu bawang merah,bawang putih dan cabai merah dan produksi (ton) menurut provinsi di Indonesia tahun 2020-2021 yang diperoleh dari website Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Pada penelitian ini algoritma yang digunakan adalah X-Means Clustering dengan bantuan aplikasi RapidMiner, algoritma X-means merupakan pengembangan dari K-means, adapun hasil penelitian dengan menggunakan algoritma X-Means dengan evaluasi Davies-Bouldin Index. Pada penelitian ini hasil metode clustering yang menggunakan algoritma X-means dengan menghasilkan nilai DBI terendah 0.110 memperoleh 7 cluster : cluster 0 : ( Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua) cluster 1 : ( Jawa Tengah ), cluster 2 : ( Jawa Barat ), cluster 3 : ( Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan), cluster 4 : (Sumatera Utara ), cluster 5 : ( Sumatera Barat ), cluster 6 : ( Jawa Timur ) dengan perhitungan menggunakan hasil selisih produksi pada tahun 2022 – 2021 bahwa dari 34 provinsi tersebut tidak ada hasil produksi yang stabil atau terjadi nya peningkatan namun terjadi nya ketidakstabilan pada setiap provinsi dan adapun hasil tetap yaitu tidak ada produksi dari tahun 2021 – 2022