PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA UTARA BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HIERARCHICAL CLUSTERING

Penulis

  • Sanri Yuliana Siallagan Universitas Negeri Medan
  • Steviana Viviola Wicesti Nasution Universitas Negeri Medan
  • Silvia Wulandari Situngkir Universitas Negeri Medan
  • Mei Lammi Malau Universitas Negeri Medan
  • Martince Delvin Ibo Universitas Negeri Medan
  • Arnita Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Kemiskinan, Hierarchical Clustering, Klasterisasi, Metode Ward, Sumatera Utara

Abstrak

Poverty is one of the major issues affecting various aspects of life, including health, education, and societal well-being. The primary objective is to cluster districts/cities in North Sumatra Province based on poverty levels using the Hierarchical Clustering algorithm. The data utilized consists of secondary data from 2022, obtained from the Central Statistics Agency of North Sumatra Province. The analyzed variables include the poverty rate, open unemployment rate, the number of families receiving food aid, the percentage of malnutrition cases, the Gini ratio, and the percentage of monthly expenditure on food. The Ward method was employed in cluster analysis to construct a dendrogram and determine the optimal number of clusters based on data patterns. The results indicate that districts/cities in North Sumatra can be grouped into several clusters with unique poverty characteristics. The average poverty rate is 10.32%, with a minimum of 3.62% and a maximum of 24.75%. Other variables, such as the open unemployment rate, malnutrition cases, and food expenditure, also provide insights into the socioeconomic disparities within each cluster. This clustering is expected to assist the government and policymakers in designing more targeted poverty alleviation strategies tailored to the specific needs of each regional group.

Kemiskinan merupakan salah satu isu utama yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan utama adalah mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan tingkat kemiskinan menggunakan algoritma Hierarchical Clustering. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Variabel yang dianalisis meliputi persentase kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, jumlah keluarga penerima manfaat bantuan pangan, persentase gizi buruk, gini ratio, dan persentase pengeluaran bulanan untuk makanan. Metode Ward digunakan dalam analisis klaster untuk membangun dendrogram dan menentukan jumlah klaster optimal berdasarkan pola data. Hasil menunjukkan bahwa kabupaten/kota di Sumatera Utara dapat dikelompokkan menjadi beberapa klaster dengan karakteristik kemiskinan yang unik. Rata-rata tingkat kemiskinan adalah 10,32%, dengan nilai minimum 3,62% dan maksimum 24,75%. Variabel lain seperti tingkat pengangguran terbuka, gizi buruk, dan pengeluaran untuk makanan juga memberikan wawasan tentang disparitas sosial ekonomi di setiap klaster. Pengelompokan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap kelompok wilayah.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-29