ANALISIS STRATEGI BISNIS DAN KELAYAKAN PENGEMBANGAN STARTUP QI-CBT BERBASIS SAAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN STARTUP

Penulis

  • Akmal Abdul Hasan Adrian Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Rizqi Syahrul Mubarok Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Fathan Mafazan Sulistia Natsir Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Naufaldi Alghiffari Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Taufik Rahmat Kurniawan Universitas Muhammadiyah Bandung

Kata Kunci:

Computer-Based Testing, Software As A Service, Arsitektur Multi-Tenant, Lean Startup, Kelayakan Bisnis

Abstrak

diasumsikan didorong oleh efisiensi biaya penyelenggaraan ujian kertas. Penelitian ini menganalisis strategi bisnis dan kelayakan pengembangan QI-CBT, platform CBT berbasis Software as a Service dengan arsitektur multi-tenant, menggunakan pendekatan Lean Startup. Metode yang digunakan bersifat mixed method: validasi pasar melalui kuesioner terhadap 26 responden guru dan siswa, dipadukan dengan analisis kelayakan finansial tiga tahun yang mencakup kebutuhan modal, biaya operasional, titik impas, dan tingkat pengembalian investasi. Hasil menunjukkan pergeseran motif adopsi: baik guru maupun siswa mempersepsikan integritas penilaian lebih kuat daripada efisiensi biaya, dan siswa justru menjadi pihak yang paling menuntut ujian bebas kecurangan agar nilai bersifat adil. Temuan ini mereposisi mekanisme anti-kecurangan dari alat pengawasan menjadi layanan bagi siswa, sekaligus mengoreksi premis awal produk yang bertumpu pada penghematan biaya. Analisis finansial memperlihatkan kelayakan yang bersyarat: titik impas kas baru tercapai pada bulan kedua puluh, dengan margin klien tipis dan laba yang bergantung pada kenaikan tarif yang belum tervalidasi. Penelitian merekomendasikan validasi elastisitas harga dan percepatan pendapatan berulang sebelum penskalaan dilakukan.

The adoption of Computer-Based Testing in Indonesian secondary schools is commonly assumed to be driven by the cost efficiency of replacing paper-based examinations. This study analyzes the business strategy and development feasibility of QI-CBT, a multi-tenant Software as a Service testing platform, using a Lean Startup approach. A mixed-method design was applied: market validation through a questionnaire administered to 26 teacher and student respondents, combined with a three-year financial feasibility analysis covering capital expenditure, operating cost, break-even point, and return on investment. The results reveal a shift in adoption motives: assessment integrity is perceived more strongly than cost efficiency, and students themselves emerge as the constituents who most demand cheat-free examinations so that grades remain fair. This finding repositions anti-cheating mechanisms from a surveillance tool into a service for students. The financial analysis indicates conditional feasibility: cash break-even is reached only in the twentieth month, with a thin client margin that depends on an unvalidated tariff increase. The study recommends validating price elasticity and accelerating recurring revenue before scaling.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31