PERANCANGAN APLIKASI MANAJEMEN TUGAS BERBASIS MOBILE “DULUIN” UNTUK MENGATASI KESULITAN PRIORITAS TUGAS PADA MAHASISWA DAN PEKERJA REMOTE

Penulis

  • Muhammad Faathir Al Mukhrij Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Sultan Fadhilah Hilmiqashmal Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Muhammad Ilyas Satria Fauzan Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Arfian Setiawan Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Makbul Insan Darojat Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Taufik Rahmat Kurniawan Universitas Muhammadiyah Bandung

Kata Kunci:

Rencana Bisnis, Startup, Manajemen Tugas, Aplikasi Mobile, Design Thinking, Analisis Kelayakan

Abstrak

Manajemen waktu merupakan tantangan utama yang dihadapi mahasiswa dan pekerja remote di era digital, ditandai dengan kesulitan menentukan prioritas tugas, tingginya angka keterlambatan penyelesaian pekerjaan, dan rendahnya adopsi terhadap aplikasi produktivitas yang tersedia di pasar. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji kelayakan bisnis aplikasi manajemen tugas berbasis mobile bernama Duluin yang mengatasi ketiga permasalahan tersebut secara terintegrasi. Validasi dilakukan melalui pendekatan Lean Canvas dan Design Thinking, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada 12 mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Bandung. Hasil validasi pasar menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami kesulitan memprioritaskan tugas ketika beban tugas menumpuk, 83,3% responden pernah melewatkan tenggat waktu akibat notifikasi gawai yang terabaikan, dan 75% responden enggan menggunakan aplikasi produktivitas baru karena proses pendaftaran yang rumit. Berdasarkan temuan tersebut, Duluin dirancang dengan tiga fitur unggulan, yaitu notifikasi adaptif yang terintegrasi dengan WhatsApp, dashboard pencapaian berbasis gamifikasi, dan akses instan tanpa registrasi wajib. Aplikasi dikembangkan untuk platform Android menggunakan Flutter, dengan model bisnis freemium berbasis iklan (AdMob) dan skema bootstrapping tanpa pendanaan eksternal pada dua tahun pertama. Analisis kelayakan awal menunjukkan bahwa titik impas (Break-Even Point) infrastruktur diproyeksikan tercapai dalam 11 bulan pertama operasional, dengan proyeksi pertumbuhan Monthly Active User (MAU) mencapai 3.000 pengguna pada akhir tahun pertama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan solusi produktivitas digital yang terjangkau dan mudah diakses bagi mahasiswa dan pekerja mandiri di Indonesia.

Time management is a major challenge faced by university students and remote workers in the digital era, marked by difficulty in prioritizing tasks, high rates of missed deadlines, and low adoption of existing productivity applications. This study aims to design and test the business feasibility of a mobile-based task management application called Duluin that addresses these three problems in an integrated manner. Validation was conducted using the Lean Canvas and Design Thinking approaches, with data collected through a questionnaire distributed to 12 active students at Universitas Muhammadiyah Bandung. Market validation results show that all respondents (100%) experienced difficulty prioritizing tasks when their workload piled up, 83.3% had missed a deadline due to ignored device notifications, and 75% were reluctant to adopt a new productivity application because of a complicated registration process. Based on these findings, Duluin is designed with three core features: adaptive notifications integrated with WhatsApp, a gamified achievement dashboard, and instant access without mandatory registration. The application is developed for the Android platform using Flutter, with a freemium business model monetized through advertising (AdMob) and a bootstrapping funding scheme for the first two years of operation. A preliminary feasibility analysis indicates that the infrastructure Break-Even Point is projected to be reached within the first 11 months of operation, with Monthly Active Users (MAU) projected to reach 3,000 by the end of the first year. This study is expected to contribute to the development of an affordable and accessible digital productivity solution for students and independent workers in Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31